Jalaluddin Muhammad Akbar : Biografi dan Sejarah Kerajaan Mughal India

Jalaluddin Muhammad Akbar Padashah Ghazi, seperti yang dirujuk oleh penulis biografinya yang terkenal Abul Fazal, adalah salah satu penguasa terbesar yang dihasilkan oleh Hindustan. Sejarawan Muslim bersikap ambigu tentang pemerintahannya. Beberapa menganggapnya sebagai salah satu yang terbesar di antara penguasa Muslim, sementara yang lain memandangnya sebagai pemberontak. Sepanjang rentang 1.400 tahun sejarah Islam, tidak ada kaisar Muslim yang merentangkan selubung sosial dan agama sebagai penguasa Islam, seperti yang dilakukan Akbar, sambil tetap berada dalam pangkuan Islam. Dan tidak seorang pun menangani masalah kompleks interaksi Muslim dengan dunia non-Muslim dengan ketulusan, semangat, hasrat, orisinalitas, akal sehat, dan komitmen yang ditunjukkan oleh raja yang kompleks, penuh teka-teki, berbakat, energik, dan memiliki tujuan ini.

Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

Masuknya Islam ke Nusantara dapat dibagi menjadi tiga fase: (1) fase pertama dimulai dari Hijrah (622) sampai 1100 (2) fase kedua meliputi periode 1100 sampai 1500 dan (3) fase ketiga dimulai dari 1500 hingga zaman modern.

Pertempuran Ain Jalut dan Kekalahan Bangsa Mongol

Pertempuran Ain Jalut tidak diragukan lagi merupakan salah satu pertempuran yang menentukan dalam sejarah manusia, sebanding dengan kepentingannya dengan Pertempuran Tours (765) dan Pertempuran Plassey (1757). Itu menandai kemajuan terjauh bangsa Mongol melintasi Eurasia. Dengan kekalahan di Pertempuran Ain Jalut, Susunan Kristen kehilangan harapannya untuk memulihkan Yerusalem dan cengkeramannya di garis pantai Suriah menjadi tidak dapat dipertahankan. Orang-orang Armenia mundur ke benteng pegunungan mereka di Pegunungan Kaukasus. Seandainya Mamluk kalah, Kairo akan menemui nasib yang sama seperti Bagdad, Salib akan menggantikan Bulan Sabit dan perdukunan Mongol akan menguasai tempat-tempat suci Mekah dan Madinah.

Sejarah Penemuan benua Amerika sebelum Columbus

Laporan sejarah yang menakjubkan ini tidak hanya menggambarkan kontak antara pelaut Muslim dan penduduk asli Amerika, tetapi juga menggambarkan perjalanan antar pulau, mungkin rantai Bahama atau Antillen Kecil. Penduduk pulau telah mengembangkan kemampuan untuk berbicara bahasa Arab, bahasa yang tidak dapat dikuasai oleh satu kontak. Mereka pasti sering dikunjungi oleh pedagang atau petualang Muslim berbahasa Arab, atau mereka pernah tinggal di wilayah Muslim.

Ibn Al Haytham (Alhazen) Ilmuwan muslim di bidang Optik

Ibn Al Haytham (dikenal di barat sebagai Alhazen) yang dianggap sebagai dokter Muslim terbesar dan salah satu peneliti optik terbesar sepanjang masa. Al Haytham lahir di kota Basra dan berimigrasi ke Mesir pada masa pemerintahan Khalifah Al Hakim. Dia dikutip sebagai astronom, matematikawan dan dokter yang sangat baik serta salah satu komentator terbaik dari karya Galen dan Aristoteles. Dia adalah sarjana kedokteran pertama yang mengajarkan bahwa cahaya “tidak berasal dari mata tetapi sebaliknya masuk ke mata”, dan dengan cara itu mengoreksi pendapat orang Yunani yang salah tentang sifat penglihatan. 

Sejarah Biografi Imam Ja’afar as Shadiq

Imam Ja’afar as Sadiq (700-765 M) adalah ibarat seorang raksasa di antara para ulama besar Islam. Dia adalah Syekh dari Syekh besar, guru dari Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Abu Yazid al Bastami dan Wasim ibn Atta. Keilmuannya meliputi ilmu-ilmu esoterik dan eksoteris,  ilm ul ishara  maupun  ilm ul ibara , ilmu kalam serta ilmu hadits, sunnah, ilmu alam dan ilmu sejarah.

Sejarah ilmu Fiqh dan perkembangan lima mazhab Fiqh

Fiqh adalah dimensi historis Syariah dan mewakili perjuangan Muslim yang terus menerus dan tak henti-hentinya untuk menghayati perintah-perintah ilahi dalam ruang dan waktu. Ini adalah penerapan Syariah yang ketat dan terperinci untuk masalah-masalah yang dihadapi umat manusia saat ia berpartisipasi dalam drama sejarah yang sedang berlangsung. Karena itu mencakup pendekatan, proses, metodologi serta penerapan praktis Syariah . Ini mendefinisikan antarmuka seorang individu dengan dirinya sendiri, keluarganya, masyarakatnya, komunitasnya, serta antarmuka peradaban antara Islam dan agama dan ideologi lain.